Home / Kabar Desa / MAHASISWA POLIJE AJAK WARGA SUMBERSALAK BIKIN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KOPI

MAHASISWA POLIJE AJAK WARGA SUMBERSALAK BIKIN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KOPI

IMG20211024124525Sejumlah mahasiswa yang tergabung dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi (HMJTI) Politeknik Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat Desa (P2MD) dengan melakukan pelatihan tentang pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kopi dan kotoran yang berasal dari hewan ternak dari petani. Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada masyarakat khususnya bagi warga yang mata pencahariannya sebagai petani kopi di dusun Karang Anyar Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kab. Jember Sabtu, 23 Oktober 2021.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat mengenai potensi limbah kopi kotoran ternak yang banyak di temukan di dusun tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Selain itu, masyarakat mempunyai alternatif lain dari pemakaian pupuk kimia yang relatif cukup mahal dan sulit didapatkan beralih menjadi pupuk organik yang mudah ditemui sehingga produktivitas padi tetap meningkat. Penggunaan pupuk organik juga membuat kandungan unsur hara di dalam tanah menjadi baik dan hasil produksi menjadi lebih sehat karena tidak ada pemakaian unsur kimia.

Pengambilan tema pupuk organik dijadikan sebagai proker utama di latar belakangi kondisi alam yang semakin rusak akibat ulah manusia. Adanya kerusakan tersebut diakibatkan karena sifat manusia yang hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan risiko yang terjadi ketika ekosistem tersebut telah menjadi rusak.

Oleh karena itu, kegiatan yang menghadirkan Bapak David Arif Prasetyo sebagai narasumber, mengedukasi warga agar masyarakat khususnya para petani di desa Sumbersalak mampu mengolah sumber daya alam dengan bijaksana agar proses pembangunan di bidang pertanian berjalan berkesinambungan demi  meningkatnya kualitas hidup masyarakat di masa kini dan yang akan datang.

IMG20211024131102

” Pembuatan pupuk kompos dari kulit kopi ini langsung praktekkan oleh warga menggunakan alat mixing yang telah disediakan oleh para mahasiswa, sementara bahan bakunya berupa kulit kopi dan kotoran dari hewan sudah disediakan oleh warga atau peserta yang ikut dalam kegiatan ini.” Kata David yang juga dosen jurusan teknik ini.

Menurut david, pupuk organik yang terbuat dari limbah kopi ini sangat bermanfaat karena banyak mengandung unsur hara dan vitamin yang bermanfaat bagi tanaman serta pemakaiannya sangat ramah lingkungan, ” Selain mudah dibuat, bahan yang dibutuhkan pun juga mudah didapat dan terjangkau. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat dapat secara mandiri membuat pupuk organik cair ini.” Lanjutnya

Sementara koordinator kegiatan Iqbal, mengatakan jika Peserta diberi bekal teori dengan ceramah dan diskusi mulai dari pengertian pupuk, macam-macam pupuk dan spesifikasinya. Kedepan kegiatan tersebut bukan hanya teori dan praktek saja akan ada tindak lanjut yakni berupa hasil produk dan pengemasan hasil produk yang telah dibuat oleh warga kita akan bantu pasarkan melalui Market Place dan media Sosial agar pelatihan ini benar benar bermanfaat bagi peserta. Kata Mahasiswa semester lima ini

Jumlah peserta yang hadir dibatasi 15 orang dengan protokol kesehatan karena pelaksanaannya masih dalam masa covid-19 dan mentaati kebijakan pemerintah tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

(One)

About Desa Sumbersalak

Check Also

IMG_20211005_062730

GURU HONORER DI SUMBERSALAK SUKSES USAHA JAHE DI TENGAH PANDEMI COVID 19

Keadaan serba terbatas membuat ide kreatif muncul untuk dapat bertahan hidup dalam keadaan pandemi Covid-19. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *