Home / Kabar Desa / GURU HONORER DI SUMBERSALAK SUKSES USAHA JAHE DI TENGAH PANDEMI COVID 19

GURU HONORER DI SUMBERSALAK SUKSES USAHA JAHE DI TENGAH PANDEMI COVID 19

IMG_20211005_062730Keadaan serba terbatas membuat ide kreatif muncul untuk dapat bertahan hidup dalam keadaan pandemi Covid-19. Hamida, seorang guru honorer kini sukses membangun usaha jamu herbal tradisional.

Pemilik usaha jahe bubuk, warga Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur ini mengatakan, usaha yang ia bangun sejak awal 2021, kini sukses berkat ide kreatifnya di tengah keadaan pandemi Covid-19.
“Saya sendiri guru honorer di salah satu MTs di Jember. Sejak pandemi pemasukan semakin menurun akibat dari sistem pembelajaran via daring,” ujar Hamida, di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember, Selasa (27/7/21).
Meski pemasukan berkurang, ia tetap berusaha agar mendapat penghasilan setiap hari.

“Saya coba bertanya ke teman, bagaimana kalau saya membuat usaha jahe. Karena permintaan cukup besar dan banyak diminati saat ini. Setelah banyak bertanya, saya akhirnya memutuskan untuk memulainya,” ucapnya.
Memulai usaha jahe, Hamida mengaku kebingungan. Sebab, dirinya mengaku tidak memiliki bekal dalam mengolah.

“Awalnya bingung mau dibuat apa. Saya coba-coba sendiri untuk mengolah. Tentu awalnya banyak sekali percobaan yang saya lakukan gagal. Akhirnya, suatu waktu bisa saya ketahui bagaimana cara mengolah jahe yang praktis, cepat untuk diminum,” jelasnya.

Hasil dari uji coba yang dilakukan, Hamida menyebutkan, olahan jahe yang dibuatnya dibentuk dalam kemasan bubuk yang mudah dikonsumsi dan bisa langsung cepat diminum.
Berkat ide kreatifnya, Hamida mengaku, kini usaha yang dijalani mulai mengalami banyak pesanan dan peningkatan pendapatan setiap harinya.

“Karena saya jualnya juga via online, pesanan yang datang juga dari luar, seperti Manadi, Banyuwangi dan kota lainnya,” ucapnya.
Hamida menambahkan, dalam satu hari dirinya bisa menjual 10 batol, dan beberapa bungkus jahe dalam kemasan kertas.
“Satu botol saya jual Rp15.000, sedang kemasan dalam bentuk kertas, saya jual Rp25.000 per bungkus. Dalam sehari omzet yang didapat bisa Rp500.000,” terangnya.

Secara terpisah, Andi yang merupakan suami dari Hamida mengatakan, usaha yang baru dijalani kini mulai banyak diminati pembeli. Jahe yang dibuat, dirasa mampu memberikan efek positif untuk meningkatkan imunitas tubuh.
“Awalnya, ada tetangga kami yang positif Covid-19, dan menjalani isolasi mandiri. Setelah rutin mengkonsumsi jahe, ternyata gejala flu, batuk, demam hilang. Beberapa hari kemudian melakukan tes swab dan hasilnya negatif,” terangnya.

Andi menambahkan, jahe bubuk miliknya dirasa memiliki khasiat menyehatkan, lambat laun usaha miliknya mulai banyak melayani pesanan dari pembeli.

Sumber https://www.cendananews.com/2021/07/guru-honorer-di-jember-sukses-usaha-jahe-di-tengah-pandemi-covid-19.html


 

About Desa Sumbersalak

Check Also

20191009_120057

Polije beri Pelatihan Komunikasi Efektif Bahasa Inggris untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di Pokdarwis Damarwulan

Komunikasi efektif sangatlah penting dalam melayani wisatawan (wisman) di lokasi wisata khususnya Bahasa Inggris untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *