Home / Kabar Desa / TRADISI USAP KEPALA ANAK YATIM BERJALAN PENUH HARU BIRU

TRADISI USAP KEPALA ANAK YATIM BERJALAN PENUH HARU BIRU

306f0c73-6364-4f52-b9ec-35f00a84bd37Disela-sela kesibukannya, Kades Sumbersalak menyempatkan diri datang pada kegiatan tersebut. Menurutnya, dengan kegiatan ini kita semua dapat merasakan penderitaan anak yatim yang kurang kasih sayang dari orang tuanya yang telah meninggal.

“Walaupun saya tidak yatim namun dalam acara ini saya tidak dapat menahan emosi saya, ini persoalan kemanusiaan, saya paling tidak tega kalau ada acara kemanusiaan seperti ini, saya sangat tersentuh”, tutur Abdul Haki, Kepala Desa Sumbersalak usai usap kepala anak yatim sambill meneteskan airmata. Sabtu(10/09/2017)

Sambil meneteskan air mata nampak dari jauh antrian sejumlah warga, serta siswa-siswi RA. Dan MI. Nurul Ulum membentuk antrian memanjang bergiliran mengusap kepala anak yatim. Mereka terharu dengan kondisi anak yatim yang kurang kasih sayang dari orang tua. Usai usap kepala, mereka memberikan santunan yang diletakkan di sebuah wadah dari plastik disamping jejeran anak yatim.

Sejumlah warga dan murid-murid dibawah  naungan Yayasan Nurul Ulum, Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan ledokombo, gelar tradisi usap kepala anak yatim yang selalu dilakukan setiap tanggal 10 Sura atau 10 Muharram. Selain itu Yayasan Nurul Ulum juga sering memberikan santunan kepada anak yatim berupa uang dan juga perlengkapan sekolah.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh sepuluh anak yatim yang sedang duduk berjejer di halaman  RA. Nurul Ulum, Juroju. Sepuluh anak yatim ini berasal dari sekolah yang berbeda, 7 Siswa-siswi berasal dari MI. Nurul Ulum, 2 Siswi berasal dari SDN Sumbersalak IV, dan 1 Siswi berasal dari SDN Sumbersalak I.

“Hingga acara selesai berhasil terkumpul dana sebanyak + 2.100.000,- yang seluruhnya diberikan kepada sepuluh anak yatim tersebut secara merata sehingga santunan ini dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membiayai pendidikan mereka. “, kata Ketua Yayasan Nurul Ulum, Ustadz Ali Muhsin.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua IGRA (Ikatan Guru Raudatul Athfal) Kecamatan Ledokombo, Mahsusi. Menurutnya, tradisi usap kepala anak yatim di 10 Muharrom ini merupakan warisan Nabi.

“Kami meneruskan Tradisi yang sudah ada sejak zaman nabi. Menurut kepercayaan dengan mengusap dan menyantuni anak yatim pada tanggal 10 Muharrom maka akan mendapat pahala berlipat ganda”, Pungkas Mahsusi./dik/

About Desa Sumbersalak

Check Also

DSC_0080

Kenapa Piknik ke Desa Wisata Lebih Menarik, Ini Jawabannya

Apa kelebihan berwisata ke desa di banding wisata ke obyek-obyek modern buatan yang ada di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *