Home / Kabar Desa / Surganya Jamur

Surganya Jamur

Hutan adalah tempat tumbuhan dan hewan berkembang dengan sangat baik. Hutan juga menyimpan berbagai macam tanaman yang bisa diambil manfaatnya oleh manusia, baik yang sengaja ditanam maupun tumbuh dengan sendirinya. Salah satunya adalah jamur. Musim hujan yang biasanya identik dengan banjir, adalah waktu yang tepat untuk jamur tumbuh. Desa Sumbersalak adalah salah satu desa yang termasuk kawasan Desa hutan, sangat memungkinkan untuk memanfaatkan hutan sebagai ladang untuk mata pencaharian masyarakatnya. Pak Ali Wafi adalah salah satunya. Ia memanfaatkan betul letak tinggalnya yang tak begitu jauh dari hutan. Ia tinggal di daerah karang paras dusun juroju desa sumbersalak. Musim hujan kali ini ia bekerja sebagai pencari jamur dihutan.

Jamur tumbuh subur pada pohon-pohon besar yang telah mati dihutan. Jamur juga tumbuh pada akar pohon yang telah ditebang.“Kolat” adalah nama lain dari jamur dikalangan masyarakat sumbersalak. Aneka macam kolat bisa ditemui dihutan. Utamanya pada musim penghujan yang berseling dengan panas seperti saat ini. Tak heran, banyak warga yang biasanya mencari burung dihutan beralih menjadi pencari kolat yang dianggap lebih nyata hasilnya. Pasalnya, jika sudah menemukan tempat tumbuhnya kolat, maka tempat tersebut bisa di datangi kembali dua hari kemudian untuk memanen lagi kolat tersebut . Itulah yang juga dirasakan oleh pak Ali wafi.

IMG_20160601_163834[1]

mun nyare manuk, lakonah sarah ben haselah tak nantoh. Angok nyareah kolat, lakonah gempang haselah nyatah”. (kalau cari burung kerjanya susah dan hasilnya tidak menentu. Mending cari jamur, kerjanya gampang, hasilnya nyata.)

Ujarnya saat ditemui disela-sela menjajakan hasil jamurnya, pada hari minggu, 5/06/2016.

Hutan layak disebut “surganya jamur” bagi masyarakat seperti pak Ali wafa. Dalam sehari pak Ali wafa bisa mendapatkan satu karung kolat bahkan bisa lebih. Kolat yang didapatnya bermacam-macam, dan akan dipisah menurut jenisnya sesampainya dirumah. Kolat tersebut antara lain kolat kuping, kolat kadubuk, kolat kerut, kolat geji dan lain-lain. Kolat yang telah dipisahkan kemudian akan dibungkus kantong plastik kecil dan kemudian dijual. Harga untuk setiap bungkus kolat tersebut adalah Rp 2000,00 saja. Pak Ali wafa menjajakan kolatnya hanya dikawasan dusun juroju saja. Diantara beberapa kolat temuannya, kolat geji dan kolat kerut adalah yang paling digemari.

IMG_20160601_163845[1]

Menurut penuturan beberapa masyarakat, ada kolat yang rasanya tidak biasa. Kolat ini juga tumbuh dihutan, namun rasanya seperti daging ayam.

kolat se rassanah engak kok ajem jet bedeh onggu, nyamanah kolat geremah”. (jamur yang rasanya seperti daging ayam memang benar-benar ada, namanya jamur geremah). Ucapnya.

kolat jenis ini hanya bisa ditemui pada saat musim penghujan musim kemarau saja. Dan tempat tumbuhnya pun tidak pada sembarang kayu. Kolat ini hanya tumbuh pada kayu yang bagus saja.

Hutan memberikan sejuta manfaat, Mari bersama-sama lestarikan hutan dan menjaga hutan kita.

About Siti Masruroh

Check Also

ss

6 WEBSITE DESA TERBAIK SE-KABUPATEN JEMBER

Ada banyak Desa yang memiliki website di Kabupaten Jember. Namun tidak semuanya website aktif dengan baik. …

2 comments

  1. Mohammad`Amsori

    pengen beli…..jamur banyak mengandung protein….sayang tempatnya jauh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *