Home / Kabar Desa / Belajar Menulis dari Desa

Belajar Menulis dari Desa

Menulis adalah kegiatan menuangkan segala ide yang ada dalam pikiran dalam berbagai macam bentuk tulisan, misalnya puisi,cerpen,motivasi,dan sebagainya. Terdapat banyak pengertian tentang menulis, jika kita tanyakan kepada setiap orang, pastinya memiliki pengertian yang berbeda. Dunia menulis saya kenal kembali ketika mengikuti diskusi tentang PPIT di desa sumbersalak. saya berfikir awalnya diskusi ini hanya berlangsung satu kali, tetapi ternyata diskusi ini berlanjut hingga menjadi sebuah Redaksi yang diberi nama “TIRES”.

tentunya ada alasan mengapa diberi nama TIRES. Tim Redaksi sumbersalak, itulah kepanjangan dari nama Tires. Tires beranggotakan 9 orang yang berasal dari masing-masing dusun,tim ini didampingi 2 orang dari Tanoker yaitu mbak Renata dan mas Mufti. Kesembilan orang ini ditugaskan untuk mengelola dan mengisi website dari sumbersalak, di sumbersalak.desa.id. di pertemuan ketiga kami dikenalkan dengan seorang wartwan yang berasal dari Banyuwangi. Ira Rahmawati, seorang wartawan dari salah satu berita online jauh-jauh dari banyuwangi datang ke sumbersalak untuk mengenalkan kami tentang dunia tulis menulis.

awal bertemu dengan mbk Ira, saya sangat tertarik dengan gaya bicara dan cara berpikir mbk Ira. mbk Ira memberikan tips dan trik untuk menulis, dan beberapa penjelasan tentang dunia tulis menulis.menurut mbk Ira, ide tulisan itu bisa didapat dari membaca, jalan-jalan dan berdiskusi. mbk Ira  mengenalkan pada kami beberapa penulis yang menurut mbk Ira “kekinian”.salah satunya Asama Nadia yang merupakan salah satu penulis terkenal Indinesia saat ini.

beberapa langkah menjadi penulis menurut Asma Nadia antara lain: (1) Memiliki motivasi untuk membuat yang terbaik. (2) Rajin mengamati apa saja. (3) Banyak membaca buku. (4) Menuliskan mimpi yang dialami semalam. (5) Memiliki buku kecil untuk mencatat. (6) Sering-sering buka kamus. (7) Manfaatkan pengalaman masa lalu. (8) Banyak berdiskusi dan berkumpul dengan penulis lainnya. (9) Jangan ragu untuk mengirimkannya karya. (10) Latihan terus menerus.

saya juga mengutip dari Hilman Hariwijaya bila ingin menjadi penulis harus melakukan beberapa langkah berikut ini: “Kalau mau jadi penulis harus ngotot. Maksudnya, harus punya sikap dan harus benar-benar bertekad. Jangan money oriented. Buatlah dulu karya yang bagus, kalau sukses akan banyak yang mengejar. Asah intuisi. Intuisi yang terasah akan membantu kita dalam menulis. Kalau mentok menulis, cobalah ubah sudut pandang. Agar bisa menulis dengan tokoh yang menarik, stel logika berpikir. dan Terakhir Jangan cepat puas”. itulah beberapa kutipan dari beberapa tokoh penulis nasional Indonesia.

kembali ke mbak Ira, mbk Ira ternyata juga sangat senang dengan kunjungan awalnya ke desa kami. mbk Ira juga menyampaikan keinginannya untuk kembali datang ke desa kami untuk memberikan ilmu kepada sembilan pasukan TIRES, dan mbk Ira juga ingin melihat Air terjun yang ada didesa kami. see you next time mbk Ira. :)

About Siti Masruroh

Check Also

DSC_0080

Kenapa Piknik ke Desa Wisata Lebih Menarik, Ini Jawabannya

Apa kelebihan berwisata ke desa di banding wisata ke obyek-obyek modern buatan yang ada di …

6 comments

  1. saatnya menulis untuk menyuarakan desa

  2. Desa melung merupakan desa percontohan. Salut dengan kebangkitannya… Desa yg berbasis data. Desa sumbersalak harus belajar banyak ke desa Melung

  3. Belajar Menulis dari Desa – Desa Sumbersalak
    [url=http://www.gh8626tbg15250hn4f50exc6ymv8u1m6s.org/]ujfshyvkjhg[/url]
    ajfshyvkjhg
    jfshyvkjhg http://www.gh8626tbg15250hn4f50exc6ymv8u1m6s.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *