Home / Kabar Desa / SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH RAYAKAN HARI SANTRI

SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH RAYAKAN HARI SANTRI

01cc1373-0364-420e-8628-b85455a00215Matahari mulai menyingsingkan sinarnya. Wajah-wajah tak berdosa itu mulai menampakkan batang hidungnya. Tepat jam 06.30 WIB. Namanya juga anak-anak yang tak punya beban. Ada yang datang berjalan kaki sambil bergandengan tangan. Ada pula yang datang sambil berlarian. Ada pula yang datang sambil mengayuh sepedanya. Kedatangan mereka memberikan harapan baru pada kami.

Suara-suara mereka mulai membisingi sekolah. Serambi-serambi disekolah mulai dipenuhi siswa-siswi yang silih berdatangan. Ada yang duduk saja sambil menikmati jajanannya. Ada yang bermain serta bersenda gurau dengan teman sebaya.

Bak santri di pondok pesantren. Segenap Dewan Guru beserta seluruh Siswa-siswi MI. Nurul Ulum Dusun Juroju Desa Sumbersalak kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember mengenakan busana ala santri.

“Sekarang hari santri”, jawab Fai, salah satu siswa kelas 2 saat ditanya oleh Tim Redaksi Sumbersalak(TIRES), Sabtu, 21-10-2017.

Sambil mengenakan jubah bak santriwati di pondok pesantren mereka terlihat begitu imut dan menggemaskan. Walaupun tak mengenakan seragam namun beragam busana muslim yang digunakan menegaskan keceriaan mereka menyambut hari santri yang jatuh pada hari minggu tanggal 22 Oktober 2017 melalui.

Tingkah lakunya begitu polos dan masih belum mengerti banyak apa itu santri. Namun mereka semua semberingah. Sesekali mereka membetulkan kerudungnya agar tetap terlihat anggun. Seakan mereka malu jika kerudungnya terlihat miring.

Sesekali sarungnya melorot. Namun tingkah mereka tetap lucu. Bak santriwan di pondok pesantren. Tak ada kecemasan yang tergambar dalam raut wajahnya. Mereka benar-benar menikmati masa kanak-kananya. Mereka ceria dan asyik bermain walaupun tak lagi menggunakan seragam.

Didepan sekolah mereka berlalu lalang dengan berbagai tingkahnya yang membuat bibir ini tersenyum. Mereka tetap bermain seperti biasa. Busana santri yang dikenakannya tak menjadi penghalang untuk bermain dengan teman-temannya.

Tangannya yang jahil seakan mengajak kita untuk bermain bersamanya. Celotehannya tak banyak mengandung pembicaraan yang serius seperti orang dewasa. Mereka hanya berbicara tentang jajanannya. Mereka hanya asyik dengan dunia kanak-kanaknya yang hanya dipenuhi dengan belajar dan bermain.

 Ya, dibenaknya tak ada beban pikiran. Tak ada kesusahan. Busana ala santri yang mereka kenakan memberikan dorongan kepada kita untuk tetap selalu ceria. Tak perlu susah dengan apa yang sedang dilakukan. Mereka anak-anak yang hanya melakukan apa saja yang ingin ia lakukan. Tanpa berpikir panjang dan tanpa penuh pertimbangan. Mau berseragam atau berbusana bak santri, mereka tetap nyaman menjalaninya.

Mereka hanya berbusana ala santri. Keceriaannya menjadi simbol kebanggan untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dan santri.

“Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945”, pungkas Ediyanto, guru MI. Nurul Ulum Dusun Juroju Desa Sumersalak Kecamatan ledokombo kabupaten Jember Jawa Timur.

Hari santri ditetapkan tanggal 22 Oktober 2015 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Hal tersebut berbarengan dengan tangga 9 Muharram 1437 Hijriah, yang merupakan bukti pengakuan Negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. /dik/

About Desa Sumbersalak

Check Also

IMG-20171028-WA0023

Mantapkan kinerja Pengurus, Pengurus UKPK IAIN JEMBER adakan Rapat Kerja di desa sumbersalak

Pengurus baru salah satu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang tergabung dengan Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *