Home / Kabar Desa / Pengembangan Akses Pemasaran UMKM Terkendala Informasi

Pengembangan Akses Pemasaran UMKM Terkendala Informasi

Exif_JPEG_420
Bupati dan Wakil Bupati Jember mengunjungi Stand Milik UMKM Desa Sumbersalak

LEDOKOMBO – Meski berada jauh dari pusat kota, geliat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, kini sedang bergairah. Desa yang banyak mengirim buruh migran ke berbagai negara tersebut, kini berupaya mengembangkan potensi UMKM dalam sektor pangan dan pariwisata alam. Salah satunya adalah kopi.

 “Karena di Desa Sumbersalak ini kan banyak perkebunan kopi. Selama ini produksi kopi banyak yang dijual mentah kepada para tengkulak,” ujar Iwan Joyo Suprapto, salah satu pemuda desa yang kini aktif menggerakkan potensi ekonomi bersama rekan-rekannya. Mereka kini membentuk Tim Redaksi Sumbersalak (TIRES). Selain aktif memperkenalkan potensi Sumbersalak ke dunia maya, mereka juga melakukan pendampingan pengembangan UMKM desa melalui pelatihan.

Kendala lain dalam pengembangan potensi kopi di desa mereka, menurut Iwan adalah masalah kultur. “Kopi yang dihasilkan selain dijual ke tengkulak, juga banyak dikonsumsi dan diberikan kepada kerabat dan setiap tamu yang berkunjung, Padahal kalau diolah sendiri, nilai ekonominya lebih besar,” ujar alumnus IAIN Jember ini.

Saat ini, warga Desa Sumbersalak mulai berusaha menoleh kopi produksi perkebunan mereka sendiri dengan memberi merek khusus, yakni Kopi Ndeso. “Tapi merk kopi ini masih belum kami daftarkan,” tutur Iwan.

          Lebih lanjut, Iwan juga menyambut positif rencana Pemkab Jember yang akan mempermudah birokrasi perizinan UMKM di Jember melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) per Februari mendatang. “Sangat bagus itu. Cuma kami memang belum dengar seperti apa konkretnya,” aku Iwan.

Dalam kesempatan terpisah, pelaku usaha Jember Kholid Ashari menilai, UMKM di pedesaan perlu memperluas jaringan dengan pelaku usaha di kawasan kota Jember, sebagai langkah awal untuk memperluas pemasaran. “Begitu juga sebaliknya, pelaku usaha di kota perlu memberi kesempatan kepada UMKM di desa,” tutur Kholid yang juga Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pengurus Daerah Muhammadiyah (MEK – PDM) Jember ini.

Kholid mengakui, masih ada ketimpangan pengembangan ekonomi kawasan di Jember, terutama di daerah Jember bagian utara. Saat ini, bersama rekan-rekannya sesama pelaku usaha di MEK PDM, Kholid berupaya membangun sinergi untuk membantu pertumbuhan pelaku UMKM. “Yang paling penting mereka harus meningkatkan kualitasnya, agar bisa diterima lebih luas. Bisa lewat SNI. Di jaringan retail nasional yang ada di Jember sekarang kan sudah ditekankan untuk bisa menerima produksi UMKM lokal,” tutur pengusaha stationary dan retail ini.

Kholid menuturkan pengalamannya menemui industri kerajinan di pedesaan yang sebenarnya punya kualitas tinggi. Tetapi mereka tidak memiliki akses informasi yang memadai untuk memasarkan produknya di kota sehingga harus dijual lewat tengkulak.(ad/c1/sh/jawapos.com)

Dikutip dari

http://radarjember.jawapos.com/read/2017/02/03/1925/pengembangan-akses-pemasaran-umkm-terkendala-informasi/2

About Desa Sumbersalak

Check Also

IMG-20171028-WA0023

Mantapkan kinerja Pengurus, Pengurus UKPK IAIN JEMBER adakan Rapat Kerja di desa sumbersalak

Pengurus baru salah satu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang tergabung dengan Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *