Home / Kabar Desa / KELILING PULAU DEWATA, RANTING NU ZIARAH KE WALI PITU

KELILING PULAU DEWATA, RANTING NU ZIARAH KE WALI PITU

IMG-20170401-WA0039

Wisata religi keliling pulau Bali belum lengkap tanpa ziarah ke makam Walipitu meski mereka telah tiada namum masih banyak berbagai umat Islam dari semua kalangan yang berziarah ke makam mereka untuk ngalap berkah di makam tersebut, seperti yang dilakukan oleh  pengurus  dan anggota Ranting  Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kab. Jember  mengadakan kegiatan ziarah ke makam wali Pitu yang berada di pulau dewata yakni Bali . Ziarah ini diikuti oleh seluruh pengrus dan anggota ranting NU Desa Sumbersalak sebanya 60 orang “  Kegiatan ini sudah kita persiapkan beberapa bulan sebelumnya  yakni ziarah ke makam para wali yang jumlahnya tujuh  yang kemudian  dikenal dengan sebutan Wali Pitu ” kata Mohammad Ali.

“Tentu tradisi ziarah tersebut perlu kita lestarikan di masa mendatang untuk sekedar mengenang sepak terjang mereka, sehingga kita  akan mampu  mewarisi ketaqwaan dan kehebatan mereka,” Lanjutnya .

Acara yang dimulai ziarah makam KH. Misrai yang berada di Ledokombo Kabupaten Jember kemudian dilanjutkan berziarah ke makam Datuk Ibrohim yang berada di kabupaten Banyuwangi. Dilanjutkan menyeberang ke Pulau Bali melalui palabuhan Ketapang, kemudian mengunjungi makam  Habib Ali Bin Umar Bafaqih, mengunjungi ke Wali Karang Kupit yakni syech Abduk Qodir Muhammad, makam Wali Kembar Karang Asem Habib Ali Zaenal Abidin dan Syech Maulanan Yusuf Al Baghdadi, dilanjutkan ke makam di Kusamba yakni Habib Ali bin Abu Bakar Umar Al Khamid dan dilanjutkan ke makam wali di Seseh yakni Pangeran Mas Sepuh, Syech Ahmad Chamdum Choirussaleh dan makam Pangeran Sosoro Diningrat dan makam dewi Anak Agung Rai, Dewi Khodijah dan berakhir di makam di daerah Bedugul yakni makam Syech Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al Magribi

“Ziarah mempunyai maksud mengingat kematian, hal itu yang dikatakan oleh Nabi. Akan tetapi kalau ziarahnya khusus seperti ke para ulama, tentu mempunyai maksud untuk mengingat jasa, sikap dan warisan mereka yang sangat mulia,” Imbuh ketua ranting NU desa Sumbersalak ini.

Kesantunan dan kasih sayang para penyebar agama Islam kepada siapapun, termasuk yang berbeda keyakinan, lanjut Ali, menjadi hal sangat penting ditiru. Mereka tidak pernah menyinggung pihak lain, apalagi menyakitinya. “Nah itu yang ingin kita warisi dari mereka dengan aktifitas ziarah ini. Kita ingin keluarga besar Pengurus dan Ranting NU Desa Sumbersalak dapat mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan oleh para wali tersebut,” katanya.

Sementara itu Mustafa menambahkan, jika kegiatan ini merupakan tradisi NU yang harus di budayakan “ Selain sebagai ajang silaturrahmi sesama muslim  di Pulau bali juga sebagai mengingatkan kemmali sejarah perjuangan beliau para ulama yang telah berjuang untuk menyebarkan Agama Islam di Pulau Dewata ini. Kata Sekretaris NU Ranting Sumbersalak ini.

Sebutan Wali Pitu sangat populer terkait perkembangan Islam di di Pulau Bali. Wali Pitu atau Wali  Tujuh adalah sebutan untuk sembilan ulama atau wali yang menjadi tokoh penyebar Islam di Bali. One-Tires

About Desa Sumbersalak

Check Also

IMG-20171028-WA0023

Mantapkan kinerja Pengurus, Pengurus UKPK IAIN JEMBER adakan Rapat Kerja di desa sumbersalak

Pengurus baru salah satu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang tergabung dengan Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *