Home / Kabar Desa / PENYULUHAN POKDARWIS DI LOKASI AIR TERJUN ANJASMORO

PENYULUHAN POKDARWIS DI LOKASI AIR TERJUN ANJASMORO

Exif_JPEG_420
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember memberikan materi 

Dari 60 kelompok sadar wisata (Pokdarwis) potensi yang ada di Kabupaten Jember, baru empat Pokdarwis yang resmi terbentuk dan sudah siap dengan potensi wisata yang dimiliki. Padahal Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember, saat ini sedang gencar-gencarnya untuk menggali potensi wisata desa di Kabupaten Jember.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Disparbud Kabupaten Jember M. Satuki menjelaskan, sudah ada empat Pokdarwis yang resmi terbentuk, tiga Pokdarwis ada di Kecamatan Ledokombo satu Pokdarwis ada di Kecamatan Tanggul.

“Tiga ada di Ledokombo yaitu Pokdarwis Damarwulan, Pokdarwis Tanoker, dan Pokdarwis Sumber Bulus. Sedangkan untuk di Tanggul itu, Pokdarwis Krinatural, tepatnya di desa Tanggul wetan,” ujar Satuki, Kamis (23/3).

Menurut Satuki, alasan dari kenapa baru terbentuk empat Pokdarwis dari 60 Pokdarwis yang harusnya ada di Kabupaten Jember, disebabkan oleh fenomena pariwisata yang dulunya adalah kebutuhan d
ari kalangan menengah ke atas, kini menjadi kebutuhan dari seluruh kalangan.

“Akhirnya obyek wisata yang dulunya tidak dianggap, seperti halnya air terjun Anjosmoro (di Desa Sumbersalak) ini aja, ini kan dari dulu sudah ada, dan seperti ini. Namun karena sekarang dengan adanya permintaan wisata dari kalangan muda mudi, dengan fenomena acara MTMA di salah satu stasiun televisi nasional, otomatis mendorong generasi muda untuk mencari destinasi wisata baru,” jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kabid Pemasaran di Disparbud Kabupaten Jember ini, dengan semakin banyaknya permintaan akan destinasi-destinasi wisata baru, mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya yang memiliki destinasi wisata yang dulu kurang diperhatikan, kini masyarakat dengan serius membentuk Pokdarwis untuk mengelola destinasi wisata di wilayahnya.

“Karena rasa haus untuk berwisata di tempat baru itu, akhirnya obyek-obyek potensi yang dulunya tidak dilirik, sekarang jadi bisa dijual. Jadi mungkin tiga tahun yang lalu, kami dari dinas mendorong masyarakat (membentuk Pokdarwis) ini kan berat. Nah sekarang kebalikannya, masyarakat antri kepada kami untuk dilegalkan menjadi Pokdarwis resmi itu,” ulasnya.

Lebih jauh Satuki menjelaskan, saat ini masyarakat semakin sadar bahwa potensi wisata yang dulunya tidak diperhatikan, ternyata saat ini bisa dimanfaatkan dan dijual keindahannya menjadi sebuah manfaat secara finansial bagi masyarakat sekitarnya.

“Sekarang ini banyak yang whaiting list (antri menunggu, red), seperti di desa Baratan, di desa Sanenrejo, di desa Curah Nongko, dan banyak sekali yang lain, untuk dapat dibentuk pkdarwis secara serius dan diperkenalkan di masyarakat luas potensi wisata yang dimilikinya,” tandasnya.

            Sementara itu, usai kegiatan Penyuluhan Pokdarwis se Kabupaten Jember di lokasi wisata Air Terjun Anjasmoro Desa Sumbersalak, kemarin. Perwakilan Pokdarwis Damarwulan Iwan Joyo Suprapto mengatakan, dengan dilakukannya kegiatan penyuluhan dan pembinaan Pokdarwis yang dilakukan Disparbud Kabupaten Jember, diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk membentuk Pokdarwis secara serius di wilayah yang memiliki potensi wisata masing-masing.

            “Penyuluhan perlu dilakukan secara berkesinambungan, bahkan harus ada tindak lanjut dari kegiatan penyuluhan dan pembinaan kepada Pokdarwis tersebut, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggali potensi wisata desa,” ujarnya.

            Ia menjelaskan, kesadaran masyarakat sendiri untuk membentuk pokdarwis secara resmi tidak membutuhkan orang banyak. “Yang penting punya loyalitas tinggi untuk mau meningkatkan potensi wisata yang dimiliki di desanya,” ucapnya.

C360_2017-01-28-13-41-15-153
Air Terjun Anjasmoro Desa Sumbersalak

Seperti halnya Pokdarwis Damarwulan, kata Iwan, dirinya cukup mengajak sepuluh orang, untuk kemudian diajak bekerja sama dalam mengembangkan potensi wisata di wilayahnya.

“Nantinya potensi wisata ini akan dikembangkan lebih lanjut, tidak hanya lokasi wisatanya yang k
ita manfaatkan, namun kita juga akan mengembangkan potensi-potensi yang lain, misalnya seperti menjual camilan-camilan khas, yang berasal dari bahan kopi,” tuturnya. (cw2)

About Desa Sumbersalak

Check Also

IMG-20171028-WA0023

Mantapkan kinerja Pengurus, Pengurus UKPK IAIN JEMBER adakan Rapat Kerja di desa sumbersalak

Pengurus baru salah satu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang tergabung dengan Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *