Home / JURNALISME WARGA / Derita TKI, 2 Tahun tidak memberi kabar

Derita TKI, 2 Tahun tidak memberi kabar

Exif_JPEG_420

Kisah pilu tenaga kerja Indonesia atauTKI seakan tiada henti. seperti yang dialami Hatipa alias B. Hotim, TKW yang telah bekerja hampir 3 Tahun  di Malaysia.

TKI  asal desa Sumberjati kecamatan Silo Kabupaten Jember  tersebut bahkan tak mendapatkan gaji selama berbulan bulan. Wanita berusia 50 tahun itu bahkan berkomunikasi pun dengan keluarganya tidak pernah, hanya sekali mengirim surat di bulan Agustus 2016 kemarin, dan lebih tragisnya TKW tersebut disuruh untuk melupakan keluarganya yang ada di indonesia  . Padahal, wanita dengan empat anak itu menjadi tulang punggung keluarganya.

“tanpa alasan yang jelas, ibu saya yang bekerja sebagai pembantu Rumah Tangga di Malaysia  tidak pernah komunikasi dengan keluarga yang ada disini, padahal menurut ibu saya, sudah tiga kali mengirim surat ke keluarga disini tapi tidak pernah sampai ke kami. Hanya surat yang yang terakhir yang kami terima.” tutur Hotim salah satu putri pertamanya kepada team Redaksi Sumbersalak (TIRES), Sabtu (08/10/2016).

“Dan sejak keberangkatannya di tahun 2013 lalu hingga saat ini tidak pernah mengirim  Uang kekeluarga”, Lanjut Hotim

Menurut pengakuan ibunya yang tertera dalam isi surat tersebut, bahwa majikan yang ada di malaysia sangat pelit dan tidak memperdulikan keluarganya yang ada di Indonesia,bahkan disuruh untuk melupakan keluarganya yang ada di Tanah Air. Keinginan terbesarnya adalah pulang ketanah air untuk berkumpul dengan keluarganya, namum keinginan tersebut terhambat akibat beberapa dokumentasi seperti pasport, dan tanda pengenal lainnya tidak di ketahuii keberadaanya entah hilang atau di ditahan oleh majikannya dan bingung harus mengadu kemana. Bahkan dia mengaku jika di tidak digaji selama 20 bulan dan merasa tertekan dirumah majikannya.

” saya berharap kepada pemerintah maupun pihak pihak terkait agar mau membantu kepulangan ibu saya, terus terang saya tidak tega dan sedih ketika membaca surat dari ibu yang di tekan oleh majikannya,” lanjut Hotim sambil memberikan lembaran surat  dari sang Ibu kepada Tires

Pihak keluarga sendiri telah berupaya untuk memulangkan Fatmawati dengan mendatangi perusahaan penyalur tenaga kerja di kawasan kecamatan Jenggawah Kabuten Jember. Namun hingga kini, perusahaan tersebut hanya memberi janji tanpa bukti.

“Janjinya secepatnya mau diurus. Malah kami disuruh untuk mencari sendiri di malaysia ini sangat mustahil kalau saya mencari ibu ke negara malaysia. Seolah olah pihak penyalur lepas tangan dan tidak tanggung jawab ” jelas wanita berusia 23 tahun tersebut.

“ kita sudah beberapa kali ke Jenggawah untuk minta kejelasan tentang nasib salah satu orang tua saya tapi hasilnya nihil, meski saya sudah merengek rengek dan menangis tapi tak ada gunanya.” Lanjut Hotim.

Selain mendatangi perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Hatipa, pihak keluarga juga mendatagi petugas lapangan dan calonya yang berada di desa lampeji kecamatan Umbulsari Kab. Jember, namum tidak ada hasilnya bahkan kami disuruh ke Jenggawah, karena penyalur yang didaerah tersebut yang bertanggung jawab penuh atas keberangkatan Ibunya.(Tires)

About Desa Sumbersalak

Check Also

aaaa

PEMBINAAN  PENINGKATAN KAPASITAS ANGGOTA LINMAS DESA SUMBERSALAK  

Tim Redaksi Sumbersalak (Tires)  – Untuk meningkatkan Kapasitas  Anggota Linmas, Pemerintah Desa Sumbersalak  mengadakan pembinaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *