Home / Kabar Desa / BANJIR, DO’A PARA PENAMBANG PASIR

BANJIR, DO’A PARA PENAMBANG PASIR

IMG-20160907-WA0021Tidak semua Sumber Daya Alam (SDA) dapat diperbaharui, contohnya adalah pasir. Sumber daya alam yang satu ini melimpah ruah jika musim hujan datang, apalagi disungai-disungai yang besar dan suatu saat dapat terjadi banjir besar. Bagi sebagian warga, banjir merupakan musibah yang membahayakan, bahkan bencana yang dapat menelan ribuan jiwa dan dapat meluluhlantakkan suatu desa sehingga dapat mendatangkan ketakutan bahkan trauma bagi masyarakat.
Tidak terkecuali Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, yang merupakan penghasil pasir terbaik. Tepatnya didaerah Panggung, nama sebuah daerah di Dusun Juroju, sebagian warganya terkadang mengungsi jika banjir besar datang. Mereka juga terisolir jika banjir besar melanda karena tidak ada jembatan penghubung dengan daerah didekatnya, daerah Karang Paras. Banyak anak-anak didaerah tersebut tidak dapat pergi ke sekolah, mereka tidak mungkin menyeberang sungai karena arusnya sangat deras. Namun banjir besar seperti ini sangat jarang terjadi. Banjir besar dapat terjadi apabila sudah hujan melanda berhari-hari dan tak kunjung reda. Oleh sebab itu, sungai besar di daerah Panggung ini, disebut “Sungai Gila”, karena apabila terjadi hujan selama berhari-hari dapat menyebabkan banjir yang amat besar.
Banjir-banjir yang sering terjadi merupakan banjir biasa dengan arus yang tidak terlalu deras. Banjir seperti inilah yang membawa pasir dari hulu sungai sehingga terjadilah endapan-endapan pasir di sungai gila semakin hari semakin banyak, bahkan sampai membentuk gundukan-gudukan pasir. Para penambang pun mulai memberi batasan wilayah penambangannya agar tidak terjadi rebutan dengan penmbang pasir lainnya.
Bagi warga yang memang menggantungkan kehidupannya pada sungai gila, atau mereka menyebutnya sebagai penambang pasir, mereka sangat senang apabila terjadi banjir karena pasir akan semakin banyak terseret oleh arus. Bahkan pada musim hujan, dalam waktu 6 jam mereka dapat menjual pasir sampai 11 Truk, bahkan dalam sehari puluhan truk pun dapat terlayani oleh penambang pasir.
“Do’a tukang pasir itu jelek, sama jeleknya dengan do’anya tukang tambal ban. Kalo tukang tambal ban berharap agar ada motor bannya bocor agar dapat upah dari jasa menambal ban motor. Sebaliknya, tukang pasir berharap banjir datang agar banyak pasir yang bisa dijual, kan lumayan buat penghasilan, ungkap Salam, salah satu warga di daerah Panggung, Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, yang kesehariannya bekerja sebagai penambang pasir di Sungai Gila.
Harapan mereka bukan tanpa alasan, namun karena sekarang sudah mulai musim kemarau, hujan pun sangat jarang terjadi sehingga sungai gila tidak produktif dalam menghasilkan pasir. Omset pun menurun tajam, jika musim hujan dalam sehari dapat menjual puluhan truk pasir dengan omset Rp. 1 Juta sampai Rp. 1,5 Juta, kini mereka hanya mampu menghasilkan 1 truk pasir saja dalam sehari.
Satu kelompok penambang pasir biasanya terdiri dari 10 sampai 12 orang. Namun dimusim kemarau saat ini mereka terbagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 sampai 4 orang. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan omset yang menurun.
“Harga per-truk pasir pun naik dibanding musim hujan. Kalo sebelumnya satu truk pasir saya beli ke penambang itu harganya Rp. 150.000,00- sampai Rp. 200.000,00- di tempat. Tapi kalo udah nyampek jember kota itu saya jual antara Rp. 750.000,00- sampai Rp. 800.000,00-an. Tergantung dekat jauhnya pembeli. Kalau sekarang di tempat aja harganya sudah Rp. 200.000,00-sampai Rp. 300.000,00- itu dah. Tapi sewaktu-wakt harga bisa berubah tergantung penambang pasir jualnya berapa ke yag punya truk”, ujar Aryanto, seorang pedagang pasir dengan truk.
Pasir juga sulit didapatkan, para penambang ini harus bersusah payah demi menghasilkan pasir yang berkualitas. Pasir dari sungai ini memang dikenal bagus oleh masyarakat yang membeli dan memakainya, namun saat ini kualitas pasir tersebut menurun akibat bercampur dengan tanah. Hal ini terjadi karena pasir yang biasanya dihasilkan murni akibat terbawa oleh arus sungai ketika banjir tapi sekarang pasir dihasilkan dari galian disungai yang sudah lama mengendap. Nah, selama mengendap pasir ini bercampur dengan tanah biasa sehingga kualitas pasirnya tidak bagus dan akan berpengaruh terhadap harga. IMG-20160907-WA0020
“Kalo gak ada banjir dapat dari mana pasirnya? Ya gak ada. Ada tapi ya kerjanya juga lebih capek. Kalo musim hujan enak, pasir tinggal langsung dinaikkan ke truk tapi kalo sekarang kami harus menggali dulu, setelah itu masih diayak karena banyak batunya”, tambah Tono, salah satu penambang pasir.(07/09/2016). (Dik-Kontributor)

About Desa Sumbersalak

Check Also

IMG-20171028-WA0023

Mantapkan kinerja Pengurus, Pengurus UKPK IAIN JEMBER adakan Rapat Kerja di desa sumbersalak

Pengurus baru salah satu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang tergabung dengan Unit …

4 comments

  1. bagi pekerja pasir mungkin ini merupakan rezeki tersendiri…. namun sayang tidak semua masyarakat bisa menikmati itu semua. malah banyak dari warga dusun juroju, karang anyar dll merasakan dirugikan dengan adanya penambangan pasir. semakin banyak pasir y di tambang semakin banyak pula truck yang mengankut pasir tersebut. akibatnya jalanya di desa sumber salak mengalami kerusakan. ini bukan fitnah tp kenyataan yang terjadi di lapangan.

  2. bagi pekerja pasir mungkin ini merupakan rezeki tersendiri…. namun sayang tidak semua masyarakat bisa menikmati semua. malah banyak dari warga dusun juroju, karang anyar dll merasakan dirugikan dengan adanya penambangan pasir. semakin banyak pasir y di tambang semakin banyak pula truck yang mengankut pasir tersebut. akibatnya jalanya di desa sumber salak yang sudah rusak TAMBAH RUSAK dengan adanya Truck Pengangkut pasir. disamping itu ada beberapa oknum mengadakan PUNGLI.

    • bagi pekerja pasir mungkin ini merupakan rezeki tersendiri…. namun sayang tidak semua masyarakat bisa menikmati semua. malah banyak dari warga dusun juroju, karang anyar dll merasakan dirugikan dengan adanya penambangan pasir. semakin banyak pasir y di tambang semakin banyak pula truck yang mengankut pasir tersebut. akibatnya jalanya di desa sumber salak yang sudah rusak TAMBAH RUSAK dengan adanya Truck Pengangkut pasir. disamping itu ada beberapa oknum mengadakan PUNGLI.

  3. Luar biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *