Home / DATA DESBUMI / Membangun Desa Melek Data

Membangun Desa Melek Data

Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jatim berpenduduk sekitar 9518 jiwa (BPS Kabupaten Jember, Kecamatan Ledokombo Dalam Angka 2015:8). Mata pencaharian penduduknya beraneka ragam mulai dari petani, buruh tani, pedagang kecil, buruh perusahaan, pegawai negeri maupun swasta. Selain itu, banyak juga yang mencari nafkah keluar Sumbersalak, baik didalam negeri (Bali dan Kalimantan) maupun keluar negeri (Timur Tengah, Malaysia dan Hongkong).
Semakin banyaknya penduduk yang pergi meninggalkan desanya untuk bekerja ke luar negeri dan adanya upaya perlindungan dari desa terhadap mereka, maka 25 November 2015 desa ini diresmikan sebagai desa peduli buruh migran oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Muhammad Hanif Dhakiri).
Salah satu wujud dari upaya perlindungan terhadap Buruh Migran Indonesia (BMI) dan anggota keluarganya adalah dengan melakukan pendataan pada oktober 2015 dan Januari 2016. Pendataan dilakukan sesuai mandat yang tertuang dalam Peraturan Desa Sumbersalak tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dan Anggota Keluarganya Asal Desa Sumbersalak. Kegiatan pendataan diawali dengan diskusi antara perangkat desa dan Tanoker. Diskusi tersebut membahas tentang permasalahan yang dialami BMI dan anggota keluarganya serta pentingnya data. Hasil dari diskusi adalah kesepakatan diantara kedua pihak untuk bekerjasama melakukan pendataan dengan dua fokus, yakni kondisi BMI yang masih berada di luar negeri dan kondisi anak yang ditinggalkan. Tindak lanjut dari diskusi ini berupa pembuatan instrumen dan pembentukan tim pendataan yang dilakukan secara bersama-sama yang tidak terkecuali juga mengikutsertakan guru ngaji, guru sekolah formal dan mantan BMI.
Paling menarik dari kesepakatan pembentukan tim pendataan adalah ditentukannya anggota tim yang terdiri dari berbagai unsur, diantaranya mantan BMI; anak BMI; perangkat desa termasuk ketua RW, kepala dusun dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD); kader kesehatan; guru ngaji serta guru sekolah formal. Ketika instrumen pendataan usai, maka dilakukan diskusi dengan tim terkait tujuan pendataan, subtansi dalam instrumen, cara mengisian, teknik pengambilan data dan batas akhir pengumpulan data.
Beriringan dengan diskusi yang dilakukan dengan tim pendataan dan diberikannya waktu kepada mereka untuk memahami isi instrumen, dilakukanlah sosialisasi kepada masyarakat akan dilaksanakannya kegiatan pendataan dan pentingnya data. Sosialisasi dilakukan melalui musyawarah dusun dan musayawarah desa yang dihadiri oleh perangkat desa, BPD, ketua RT dan RW, guru ngaji, buruh migran dan anaknya, perwakilan perempuan, kepala dusun, pemuda dan pemudi yang merupakan bagian dari karang taruna, perwakilan dari lembaga pendidikan formal dan takmir masjid. Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat memahami akan pentingnya data, memberikan data akurat dan menerima tim pendataan dengan baik.
Setelah sosialisasi selesai, proses yang dilakukan oleh tim pendataan ialah pendataan dengan metode wawancara dengan menanyakan kondisi BMI yang masih ada di luar negeri mengenai nama, jenis kelamin, alamat, usia, negara tujuan, nomor passport dan masa berlaku pasport, nama majikan, adanya kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarga, serta data perekrut. Sedangkan pertanyaan untuk mengetahui kondisi anak terdiri dari nama, jenis kelamin, usia saat ditinggal, usia anak saat ini, pihak yang mengasuh serta pendidikan anak saat ini.
Hasil pendataan diolah dan dipublikasi oleh staf PPIT Sumbersalak yang juga sebagai anak mantan BMI. Publikasi dilakukan dengan cara ditempel di papan informasi yang ada di Kantor Desa Sumbersalak, sosialisasi pada pertemuan yang diadakan oleh perangkat desa serta melalui media sosial milik desa berupa website (http://sumbersalak.desa.id/) dan facebook atas nama Desa Sumbersalak.

Picture9

Picture10

Picture11

Picture12

Picture13

Picture14

Picture15

About Desa Sumbersalak

One comment

  1. Karang taruna darungan

    Assalamualaikum…
    Saya apresiasi web nya desa sumbersalak…
    Saya ingin membangun desa melalui karang taruna..tapi tidak paham gerak langkah riilnya…rencana2 sudah ada realisasinya kok sulit yaa…
    Contoh kecil..dana untuk karangtaruna tidak tau berapa setiap tahun…program desa juga kami sulit sinkronisasi program..
    Terima kasih
    Mungkin ada masukan yg bermakna bagi kami

    Wallahulmuwafiq illa aqwamitthariq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *