Home / PENDAMPINGAN BMI DAN KELUARGANYA / Cemilan Damarwulan dan Kerja Keras Ibu-ibu Buruh Migran

Cemilan Damarwulan dan Kerja Keras Ibu-ibu Buruh Migran

Paluombo, salah satu dusun di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo yang terletak sekitar 29 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Jember. Sebagian besar penduduk perempuannya bekerja sebagai buruh migran. Setelah kembali ke kampung halamannya, mayoritas dari mereka menjadi ibu rumah tangga dan buruh tani serta pedagang kecil dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.
Sejak November 2015, tiga orang mantan buruh migran asal Dusun Paluombo bernama Miswarihatin (mantan buruh migran yang pernah bekerja di Saudi Arabia), Rofiyah (mantan buruh migran yang pernah bekerja di Kuwait), dan Hamidah (mantan buruh migran yang pernah bekerja di Malaysia) berinisiatif untuk membentuk kelompok dengan mengembangkan usaha rumah tangga dalam bidang kuliner. Kelompok ini diberi nama Kelompok Damarwulan 5. Mereka mengawalinya dengan belajar membuat telur gulung sawi. Selanjutnya, mencoba mengembangkan usaha dengan menerima pesanan nasi kotak berisi nasi putih, ayam bakar, sayur, dan sambal untuk kegiatan peresmian Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di Kantor Desa Sumbersalak. Dari usaha tersebut, kelompok ini sepakat menggunakan sebagian dari keuntungannya sebesar Rp 120.000,00 untuk modal usaha kembali.
Desember 2015, modal digunakan untuk usaha cemilan (makanan ringan) dengan nama Cemilan Damarwulan yang terdiri dari keripik bawang dan ladrang. Seiring dengan berjalannya usaha, awal tahun 2016 kelompok ini mulai memperbaiki kemasan dan menambahkan dua jenis produk, yaitu keripik manis dan ulat sutra. Keempatnya diproduksi sebanyak 1 sampai 2 kali dalam sebulan dengan menggunakan peralatan sederhana, misalnya tungku kayu.

Keripik bawang, ladrang dan keripik manis dijual seharga Rp 6.000,00 untuk setiap kemasan besar. Tersedia juga kemasan kecil untuk ketiganya yang dijual dengan harga Rp 500,00. Berbeda dengan ulat sutra yang setiap kemasannya dijual seharga Rp 10.000,00. Hingga Juni 2016 pemasaran sudah dilakukan melalui mulut ke mulut dan dititipkan di 14 toko dan 1 pondok pesantren yang berada di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, diantaranya Ledokombo, Sempolan, dan Mayang. Pemasaran dibantu oleh Safrawi (suami dari Miswarihatin) dan Mohammad Tomin (suami Rofiyah).
Masih dalam upaya untuk mengembangkan usaha, dilakukan juga pembelajaran pencatatan keuangan secara sederhana dengan menghitung modal usaha, penghasilan kotor dan penghasilan bersih. Hasil pembelajaran diterapkan untuk melakukan pencatatan keuangan dalam setiap produksi. Selain itu, dilakukan pengurusan perijinan usaha ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berupa Tanda Daftar Industri (TDI) serta mendaftarkan 4 produk sebagai produk lokal di Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Jember. Pendaftarannya didapatkan secara gratis dengan beberapa manfaat, antara lain Pemerintah Kabupaten Jember mengetahui keberadaan usaha rumahan yang dilakukan oleh Kelompok Damarwulan, pelegalan kegiatan usaha beserta produknya, melebarkan jejaring dengan kelompok usaha lainnya yang berada di Kabupaten Jember, serta diikutsertakannya kelompok dalam pelatihan dan pameran produk lokal. Selanjutnya, Pemerintah Kecamatan Ledokombo membantu biaya pengurusan perijinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Berbagai strategi promosi turut dilakukan. Pertama, promosi menggunakan media sosial yang dilakukan melalui facebook Desa Sumbersalak dan Tanoker Ledokombo. Kedua, memberikan suguhan dalam kegiatan desa dan wisatawan yang datang ke Tanoker. Ketiga, keikutsertaan dalam pameran yang telah diikuti selama dua kali. Pameran perdana diikuti pada 20 Mei 2016 di Alun-alun Kabupaten Jember yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dalam rangkaian acara Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke 108 Tahun 2016. Pada pameran ini, Cemilan Damarwulan diapresiasi oleh peserta upacara yang tidak terkecuali Bupati dan Wakil Bupati. Pameran kedua diikuti di Alun-alun Kecamatan Ledokombo pada 22-23 Juni 2016 yang diadakan oleh Pemerintah Kecamatan Ledokombo dalam rangkaian acara Pasar Murah. Ketika di Pameran Pasar Murah, mereka dihampiri oleh PLT Kepala Disperindag Kabupaten Jember bersama stafnya yang memberi beberapa masukan mengenai pengemasan dan pengurusan perijinan usaha.

Promosi dan pemasaran yang telah dilakukan oleh berbagai pihak telah membuahkan hasil yang baik. Juni 2016 bertepatan dengan menjelangnya Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, Kelompok Damarwulan 5 kebanjiran pesanan dengan total produksi mencapai 166 kilogram cemilan. Sebagian besar dari cemilan tersebut digoreng menggunakan kompor gas yang didapatkan dari meminjam milik salah satu saudara anggota kelompok. Meski masih ada peralatan yang meminjam akibat terbatasnya modal, tetapi semangat kelompok ini tetap membara untuk menjalankan usahanya. Dipilihnya kompor gas sebagai salah satu peralatan dilakukan karena banyaknya jumlah produksi yang jika menggunakan tungku kayu bakar akan membutuhkan waktu lebih lama. Disisi lain, panas yang dihasilkan oleh tungku tidak merata yang menyebabkan perbedaan warna pada setiap cemilan, sehingga kurang menarik. Mendengar kondisi ini, Pemerintah Desa Sumbersalak memberikan bantuan berupa kompor gas.

Bagi Rofiyah dan Hamidah yang juga berprofesi sebagai buruh tani dengan bekerja hanya jika ada panggilan dari orang lain serta bagi Miswarihatin yang berprofesi sebagai pedagang kecil, usaha ini dilakukan sebagai upaya untuk dapat berkumpul dengan keluarga dan tidak kembali bekerja ke luar negeri. Menurut mereka, manfaat yang dirasakan dari terbentuknya kelompok hingga menjalankan usaha rumah tangga semacam ini, diantaranya adalah dapat membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus menabung untuk berjaga-jaga saat ada kebutuhan mendesak. Mereka menyisihkan sebagian keuntungannya untuk ditabung bersama dalam celengan plastik berbentuk ayam. Selain dalam bentuk ekonomi, manfaat yang diperoleh berupa bertambahnya ilmu membuat aneka cemilan, pengemasan, pemasaran, pencatatan keuangan, hingga pendaftaran produk sampai di tingkat kabupaten. Dalam waktu terpisah, Mohammad Tomin mengungkapkan, “manfaat istri saya ikut kelompok ini cukup besar, seperti membantu perekonomian keluarga, menambah saudara, menambah ilmu untuk belajar membuat kue dan juga bisnis”. (Sisillia Velayati)

Sumber: Buletin Tanoker Edisi II/2016, hal 16-17

Picture1  Picture2

Picture3

Picture4  Picture6

Picture7

Picture8

About Desa Sumbersalak

Check Also

Camera 360

LEBIH ENAK KALAU ADA IBU

Lailatul faizah adalah salah satu anak yang mandiri. Sudah tiga tahun dia ditinggal oleh ibunya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *