Home / Kabar Desa / Kami Datang Mereka Sembunyi: Tidak Mudah Menjadi Kader Posyandu

Kami Datang Mereka Sembunyi: Tidak Mudah Menjadi Kader Posyandu

Banyak masyarakat yang bandel dan malas hadir ke posyandu. Sedangkan undangan dari posyandu sudah diantarkan kerumah masing-masing. Malah sebagaian dari mereka bersembunyi jika mengetahui kedatangan kader posyandu.

“Bahkan saat kami kerumah mereka, mereka malah bersembunyi sehingga kami harus kembali lagi lain waktu untuk mengantarkan undangan dari posyandu”, ujar Bu Uus, Ketua Posyandu di Flamboyan 23, di RT. 001 RW. 018, Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, saat ditemui oleh salah satu kontributor TIRES, Jum’at (15/04/2016).

Walaupun sebagian masayarakat masih ada beberapa yang tidak hadir namun kader-kader posyandu tetap memberikan informasi tentang kapan pelaksanaan posyandu. “Kami selaku kader tetap memberikan informasi tentang kapan pelaksanaan posyandu”, ungkap Bu Tin salah satu kader posyandu Flamboyan 23.

Bahkan menurutnya, mengajak masyarakat untuk datang ke posyandu harus secara perlahan karena mereka selalu punya banyak alasan untuk tidak hadir. Tempatnya yang jauh dan tidak mendapatkan apa-apa, tidak seperti dulu, pulang dari posyandu dapat Telur, Beras, dan Kacang Hijau. Salah satu ungkapan masyarakat kepada Bu Tin.

Masyarakat Dusun Juroju masih banyak yang awam tentang posyandu. Padahal dengan posyanda, ibu hamil dan  Bayi sangat diperhatikan kesehatannya. “Sudah diperhatikan kesehatannya, gratis lagi”, ujar Badria selaku kader posyandu Flamboyan 23.

Apalagi jika Bayinya sudah usia 9 bulan mereka malas mau datang ke posyandu karena bayinya hanya ditimbang saja. “Kan udah diimunisasi BCG, DPT I, DPT II, DPT III, dan yang terakhir diimunisasi Campak”, jadi setelah itu ya ditimbang saja, katanya.

Berbagai kendala yang ditemui bukan membuat mereka putus asa. Namun mereka semakin tertantang untuk terus mengingatkan masyarakat agar hadir ke posyandu.

“Kami merasa tertantang untuk terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lewat posyandu. Semoga semakin hari semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas kesehatan posyandu sehingga kesehatan Bumil (Ibu Hamil) dan Bayi dapat terpantau”, ungkap Badria.

Walaupun pekerjaan mereka sebagai kader banyak tantangan namun mereka tetap menjalankan tanggung jawabnya. Mereka menaruh harapan agar semakin hari semakin banyak masyarakat di dusun Juroju yang sadar akan pentingnya kesehatan sehingga Ibu Hamil dan Bayi dapat terpantau.

“Kalau bisa kami berharap pada perangkat desa agar turun mengingatkan masyarakat yang tidak hadir ke posyandu”, Pungkas Bu Uus. (Dik)

About Desa Sumbersalak

Check Also

IMG-20171028-WA0023

Mantapkan kinerja Pengurus, Pengurus UKPK IAIN JEMBER adakan Rapat Kerja di desa sumbersalak

Pengurus baru salah satu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang tergabung dengan Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *