Home / Kabar Desa / kabar dari petani : gagal panen melanda

kabar dari petani : gagal panen melanda

Sektor pertanian adalah bagian penting di negara Indonesia. Pertanian merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat mendominasi bagi masyarakat pedesaan. Salah satu tanaman yang memiliki banyak peranan dalam kehidupan sehari-hari adalah tanaman padi. Dalam bahasa lain dikenal dengan nama oryza sativa. Bagaimana jika hasil pertanian rusak dan mengalami gagal panen, khususnya tanaman padi?
Sumbersalak adalah salah satu Desa yang mayoritas penduduknya adalah petani, utamanya petani padi. Tanaman padi dipilih menjadi tanaman favorit karena beberapa alas an diantaranya, tanaman padi bias ditanam kapan saja, artinya tanaman padi di Desa sumbersalak tak mengenal musim. Kapan saja bias mulai menanam padi. Alasan lain adalah tanaman ini memerlukan modal yang relatif murah dibandingkan dengan tanaman lain dan perawatannyapun dirasa cukup mudah. Hasil pertanian ini biasanya menjadi sesuatu yang sangat dinanti oleh masyarakat.
IMG_20160419_065108Tanaman padi tumbuh subur di tanah Sumbersalak, karena memiliki pengairan yang cukup dan keadaan alam yang sangat cocok untuk pertanian. Sayangnya masih ada saja hambatan yang menyebabkan tanaman padi rusak dan mengalami gagal panen, diantaranya tikus, wereng, serangga dan lain-lain. Masyarakat desa Sumbersalak saat ini tengah menghadapi gagal panen yang cukup panjang. Tanaman padi mengalami perubahan warna pada daun, daun berubah berwana kuning kemudian lama kelamaan akan berubah wana menjadi coklat. Gejala ini menyebabkan pertumbuhannya menjadi terhambat.
Ada penyakit lain yang menjangkit tanaman padi. Penyakit ini menyerang saat padi sudah siap panen, secara tiba-tiba padi tersebut menjadi kering seperti terkena panas yang sangat dahsyat. Petani harus menelan ludah ketika melihat kejadian tersebut. Karena hasil yang diperoleh tentunya sangat tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan.
Menurut Ibu shofiyah, gagal panen ini bukan kali pertama ia rasakan. “saya sudah keempat kalinya mengalami gagal panen seperti ini, mulai dari pertengahan tahun lalu”. Tuturnya .
Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini,antara lain dengan pemberian obat-obat pertanian yang dilakukan dengan penyemprotan maupun yang berupa pupuk. Petani bahkan menaburkan garam untuk padi mereka sebagai obat untuk penyakit padi ini.”saya rasa untuk perawatan padi ini sangat cukup, bahkan semua obat yang dianjurkan sudah dipakai untuk ini,tapi tidak ada hadilnya”. Jelas Bu Shofiyah dengan ekspresi kecewa.
Jika penyakit ini sudah parah menyerang area sawah, para petani tak segan-segan untuk membjak kembali sawah merake dan menanaminya kembali dengan harapan nantinya tidak diserang oleh penyakit ini dan memperoleh hasil yang maksimal. Tak jarang para petani padi Sumbersalak yang memiliki modal yang cukup beralih menjadi petani cabai. Namun bagi mereka yang memiliki modal pas-pasan tetap memilih untuk menanam padi. Semoga gagal panen ini cepat berlalu sehingga para petani padi Sumbersalak bisa tersenyum lebar kembali.

About Siti Masruroh

Check Also

IMG-20171028-WA0023

Mantapkan kinerja Pengurus, Pengurus UKPK IAIN JEMBER adakan Rapat Kerja di desa sumbersalak

Pengurus baru salah satu di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang tergabung dengan Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *